RSS

puisi kau yang dulu



KAU YANG DULU 
Oleh Riza Aulia Akfiyani

Entah mulai sejak kapan

Tapi aku merasa semakin lama
Debit cintamu semakin berkurang
Kau tak lagi menyapa dikala pagi
Kau tak lagi mendatangi dikala siang
Kau tak lagi bersenandung dikala malam

Apa salahku?
Kenapa kau hanya diam saja?
Jawab aku!
Aku mohon!

Tak ada lagi sapaan cinta
Yang menghiasi dikala pagi
Tak ada lagi rayuan sayang
Yang mewarnai dikala siang
Tak ada lagi nyanyian mesra
Yang menemani dikala malam

Kau semakin jauh dan lenyap
Tanpa ku tahu apa penyebabnya
Kau semakin tak bisa ku jangkau
Karena sekarang kau menjadi asing

Siapa kau?
Benarkah kau kekasihku yang dulu?
Yang selalu ada...
Dikala pagi, siang ataupun malam
Jawab aku!

Aku rindu kau yang dulu
Kemanakah perginya kau yang dulu?
Tolong kembalikan kekasihku yang dulu!
Aku mohon!

puisi abrasi cinta



ABRASI CINTA
Oleh Fahmi Idris

Sepi gundah hati ini
Menyimpan gundah di malam hari
Melihat rayuan bintang menari
Tak ku hiraukan kembali meratapi

Hujan rintik mulai terjatuh
Kilat kilat mulai berpadu
Menambah syahdu hatiku
Syahdu untuk merenung hati yang kelabu

Tak ada yang ku pikirkan
Tapi Banyak yang ku permasalahkan
Galau sudah menguat dipikiran
Perasaan sudah tidak dapat ditahan

Tersenyum diantara kesedihan
Tertawa diantara tangisan
Kebahagian diantara kekecewaan
Kekukuhan diantara ke putus asaan







puisi hati yang salah



Hati yang Salah
Oleh Filla Feranti

Setelah lama ku terdiam
Kini suara hati mulai menyeruak kedalam keheningan
Satu persatu suasana beku itu mulai mencair
Ada isyarat yang harus disampaikan
Tak pernah terbaca
Karena terlalu jauh tenggelam di lautan hati
Tak mungkin lagi
Untuk menunggunya sampai mengerti
Dan kini harus ku akhiri
Aku terlalu egois
Menginginkan pengertian saat
Ku tak mampu mengerti orang lain
Tahukan engkau?
Detak jantung ini seakan berhenti
Darah ini tak ingin mengalir
Dan otak ku membeku
Saat kehadiranmu
Lalu kutanyai pagi
Apakah ini?
Pagi terdiam melemparkan jawaban kepada siang
Siang menggeleng menatap malam
Malam tergumam dan tak berdesis
Hingga akhirnya ku tanyai hati
Wahai hatiku apa yang engkau rasakan?
Apakah ada yang salah dengan mu?
Kesalahanku telah jatuh cinta padanya
Jawabnya sendu
Andai aku tahu
Betapa menyesalnya ia telah mencintainya
Mungkin aku tak akan tega menyakitinya
Memaksanya melupakan dia
Meski dengan seluruh tenaganya
Tak kan mampu ia lakukan
Oh, hatiku yang malang
Haruskan kau tersiksa
Tercabik perasaanmu
Aku tak mengerti kamu
Tapi ketahuilah kamu tidaklah salah
Cinta itu adalah anugerah
Ku balut luka itu
Kubasuh dengan airmata
Kujahit dengan sisa tenaga yang tersiksa
Menyatukannya kembali agar kekuatannya
Tiada pergi...
Kembali menunggu tambatan hati